Langsung ke konten utama

Balok BETON


Desain Balok Kantilever


Salah satu follower @juragan_sipil di twitter menawarkan sebuah permasalahan sederhana dalam desain balok kantilever beton bertulang. Balok kantilever adalah balok yang salah satu tumpuannya adalah jepit, sementara ujung yang lain bebas. Kira-kira soalnya seperti ini:
soal balok kantilever
Nah, di sini saya punya 2 poin sekaligus asumsi:
  1. Apakah Q_{DL}  sudah termasuk berat sendiri? Kita asumsikan SUDAH. Jadi kita ngga usah hitung lagi berat sendirinya.
  2. Beban hidup dan mati di atas, apakah diaplikasikan di sepanjang balok? Kita asumsikan IYA. Beban Q_{DL}  dan Q_{LL}  bekerja di sepanjang balok.
  3. Kombinasi pembebanan tidak ditentukan. Jadi, kita asumsikan menggunakan kombinasi pembebanan sesuai ACI/SNI.
Tahap I. Analisis Struktur
Karena baloknya kantilever, maka momen lenturnya negatif, artinya serat atas mengalami tarik, serat bawah mengalami tekan. Jadi, yang kita desain kali ini adalah tulangan tarik atau tulangan atas.
  1. Momen di ujung batang (tumpuan) akibat beban mati dan beban hidup.
    M_{DL} = \dfrac12\times Q_{DL} \times L^2
    M_{DL} = \dfrac12 \times 7.5 \times 3^2
    M_{DL} = 33.75 \text{kNm}
    Dengan cara yang sama,
    M_{LL} = 18 \text{kNm}
  2. Menghitung momen ultimit dengan Kombinasi Pembebanan,
    M_{u_1} = 1.4\times M_{DL}
    M_u{_1} = 47.25 \text{kNm}

    M_{u_2} = 1.2\times M_{DL} + 1.6 \times M_{LL}
    M_{u_2} = 69.3 \text{kNm}  <—menentukan

    Jadi, M_u = 69.3 \text{kNm}

Tahan II. Desain Tulangan Balok
Teori dan prosedurnya bisa dibaca di sini
  1. f`_c = 32 \text{MPa}  , dan f_y = 320 \text{MPa}
  2. Untuk f`_c = 32 \text{MPa}  , maka
    \beta_1 = 0.85 - 0.05 \big(\dfrac{f_c-30}{7}\big)
    \beta_1 = 0.836
  3. Asumsi, jarak antara serat terluar sampai tulangan tarik adalah mmmm… 50 mm. Jadi,
    d = 400-50 = 350 \text{mm}
  4. j_d \approx 0.875d = 306.25 \text{mm}
  5. Kebutuhan tulangan,
    A_s = \dfrac{M_u}{\phi f_y j_d}
    A_s = \dfrac{69.3 \times 1000000}{0.8 \times 320 \times 306.25}
    A_s = 883.93 \text{mm}^2
  6. Tulangan minimum,
    A_{smin} = \dfrac{1.4}{f_y}bd
    A_{smin} = 459.375 \text{mm}^2  –> OK kebutuhan tulangan masih lebih besar, gunakan  A_s = 883.93 \text{mm}^2
  7. Tulangan maksimum,
    \rho_{max} = 0.75 \rho_b
    \rho_{max} = 0.75 \big( \dfrac{0.85f`_c \beta_1}{f_y} \big( \dfrac{600}{f_y+600} \big) \big)
    \rho_{max} = 0.035
    Atau,
    A_{smax} = \rho_{max} b d = 2844.8 \text{mm}^2  –> OK, masih lebih kecil dari tulangan maksimum.
  8. Tinggal pilih, mau pake diameter berapa.
    D16, As = 201 mm2 –> jumlah yang dibutuhkan 4.39 dibulatkan ke atas menjadi 5.  (5D16, As = 1005 mm2)
    D19, As = 283 mm2 –> jumlah yang dibutuhkan 3.12 dibulatkan ke atas menjadi 4.  (4D19, As = 1132 mm2)
    D22, As = 380 mm2 –> jumlah yang dibutuhkan 2.33 dibulatkan ke atas menjadi 3.  (3D22, As = 1140 mm2)
  9. Kita akan memilih 5D16, karena itu yang paling mendekati luas tulangan yang diperlukan (883.93 mm2).
    image
  10. Cek ulang kapasitas penampang. Hitung dulu tinggi blok tekan, a
    a = \dfrac{\phi f_y A_s}{0.85f`_cb}
    a = 31.53 \text{mm}
  11. Hitung ulang j_d
    j_d = d-0.5a =334.23 \text{ mm}
  12. Hitung momen nominal penampang, \phi M_n
    \phi M_n = \phi f_y A_s j_d
    \phi M_n = 0.8 \times 320 \times 1005 \times 334.23
    \phi M_n = 85.99E6 \text{ Nmm}
    \phi M_n = 85.99 \text{ kNm}
  13. Bandingkan momen nominal penampang, harus lebih besar daripada momen ultimit.
    \phi M_n = 85.99 \text{kNm}
    M_u = 69.3 \text{kNm}
    OK kan?

Rahasia: pada step #8 di atas, kalo mau pake D19, sebenarnya kita bisa pake 3 buah D19, hasil baginya cukup dekat ke 3… yaitu 3.12. Walaupun As-nya nanti menjadi 3×283 = 849 mm2 (lebih kecil dari yg diperlukan, 883.93 mm2), tapi kalau kita teruskan ke langkah #9 sampai selesai dengan menggunakan 3D19, akan diperoleh momen nominal 73.17 kNm (masih lebih besar daripada momen ultimit)
Bukankah yang lebih penting dalam desain LRFD, tahanan nominal harus > beban/gaya ultimit.

Update:
Metode di atas adalah salah satu contoh. Masih ada metode-metode lain yang dapat digunakan, misalnya dengan persamaan kuadratik, dengan grafik, atau dengan hitungan cepat ala konsultan.
mohon dikoreksi,
semoga bermanfaat[]

Postingan populer dari blog ini

Pagar Panel Beton Precast 2026 di Solo Raya

 Daftar Harga Pagar Panel Beton di Solo Area yang Meliputi Surakarta, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen. Pada Tahun 2026 ada banyak kenaikan harga, maka dari itu mari kita simak Harga Terbaru Pagar Panel Beton Precast. Harga tergantung Volume, kondisi lapangan dan lainya

DISKUSI TENTANG PT LEORA KONTRUKSI INDONESIA dan PT MAJU MANDIRI GEMILANG TERANG

      Hallo para sobat yang di bidang kontruksi semua, kami ingin mengajak diskusi dulu sebelum atau sesudah kerja sama dengan  PT LEORA KONTRUKSI INDONESIA dan PT MAJU MANDIRI GEMILANG TERANG. Banyak hal yang perlu di bicarakan bersama sesama orang yang berada di bidang kontruksi. entah pahit manisnya di bidang kontruksi. Ada beberapa orang yang  mentari profil sebenarya tentang PT LEORA KONTRUKSI INDONESIA dan PT MAJU MANDIRI GEMILANG TERANG. adapun soal bukti dan lain sebagainya, soal kantor dan pegawainya. ayo ngobrol bareng mimin di sini. karena sudah ada beberapa orang yang ngobrol

DAFTAR HARGA SATUAN PEKERJAAN (DHSP) 2026

NO URAIAN PEKERJAAN SATUAN HARGA SATUAN 1 DIVISI 1 Persiapan lapangan/site work   1.1 PEKERJAAN PERSIAPAN   1.1.1 Pembuatan pagar proyek   1.1.1.1 Pembuatan 1 m’ pagar sementara dari kayu tinggi 2 meter m' Rp              787,300.00  1.1.1.2 Pembuatan 1 m’ pagar sementara dari seng gelombang rangka kayu tinggi 2 meter m' Rp              635,500.00  1.1.1.3 Pembuatan 1 m’ pagar sementara dari kawat duri tinggi 2 meter m' Rp              378,200.00  1.1.1.4 Pembuatan 1 m’ pagar sementara  seng gelombang rangka baja L.40.40.4 tinggi pagar 1.8 meter m' Rp              428,900.00  1.1.1.5 Pembuatan 1 m2 pagar BRC Galvanis m2 Rp                17,400.00  1.1.1.6 Pemasangan 1 m2 panel beton...